Hari Ini : Kamis Legi, 22 Oktober 2020 Sekarang Jam : 06:53:54
Pembelajaran
Pengirim : Masyonohadi DS, A.Ma, Pengiriman artikel : 2012-04-25

KegiatanPembelajaran mengandung pengertian suatu proses hubungan antara siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar serta siswa dengan guru. Menurut Piage anak usia sekolah dasar pada umunya berada pada tahapan operasional konkret. Dalam tahapan ini terlihat kecenderungan belajar anak diantaranya konkrit yaitu proses belajar beranjak mulai dari hal-hal konkrit yaitu yang dapat dilihat, didengar, dibaui, iraba, dan diotak-atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai, karena siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alamai sehingga lebih nyata, lebih faktual, lebih bermakna, dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang baik terjadi jika siswa dihadapkan pada sumber belajar yang nyata. Pembelajaran tidak harus selalu dalam jam-jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang terjadwal di dalam kelas. Pembelajaran dapat dilakukan di luar jam KBM bahkan di luar kelas. Hal ini akan sangat terasa jika mengajar Pendidikan Lingkungan Hidup. Jika siswa melaksanakan pembelajaran di dalam kelas yang terjadi anak tidak akan merasakan pembelajaran ini bermakna dan berarti, tetapi jika dilaksanakan di luar kelas anak akan merasa senang dan langsung dapat berinteraksi dengan sumber belajar yaitu lingkungan. Hal ini saya lakukan dalam kegiatan Jumat bersih pada hari Sabtu. Di sini saya ingin menanamkan pemahaman anak tentang merawat tanaman yang telah dipelajari teorinya di dalam kelas. Untuk lebih memantapkan konsep yang telah diterima siswa, saya lakukan kegiatan seperti uraian di bawah ini. Bel masuk berbunyi dengan nyaring, menandakan waktu senam akan segera dimulai. Siswa kelas satu sampai kelas empat bergegas menuju arena senam. Cuaca masih teduh dan segar untuk menggerakkan badan. Semua siswa dan guru tampaknya asyik menikmati senam pagi ini. Tidak terasa dua puluh menit sudah usai, senampun berhenti. Pak Yono, Pak Agus ,dan Pak Edy mengumumkan tentang acara Jumat Bersih. Seperti biasa siswa dibagi alat kebersihan seperti sapu, pengki dan kantong plastik untuk bungkus sampah. Saya dan Bu Arum mengajak kelas 2 B untuk membersihkan taman di depan kelas. Ada yang menyapu, ada yang mencabuti rumput ada yang memungut sampah ada yang menyirami tanaman. Saya mengarahkan beberapa siswa untuk bersama-sama mencabuti rumput di sekitar tanaman. Pembelajaran tentang lingkungan saya selipkan diantara gembiranya anak melakukan Jumat Bersih. Istilah "menyiangi" saya ajarkan lewat kegiatan ssecara langsung. Selain anak memahami pengertian istilah "menyiangi" anak juga tahu bagaimana melakukannya. Siswa juga melakukan kegiatan menyiangi secara langsung. Learn to know, learn to do dan learn to be sudah tercakup dalam pembelajaran tersebut. Tanpa sadar siswa sudah melakukan ketiganya bersamaan dengan kegiatan rutin Jumat Bersih. Pepatah tentang "satu teladan lebih baik daripada seribu nasihat" memang tepat untuk menggambarkannya. Seorang guru hendaknya memperbanyak memberikan teladan daripada banyak menasihati dengan kata-kata. Apabila ada kekurangan dalam tulisan ini saya atas atas nama pribadi memohon maaf, kritik dan saran sangat saya harapkan. Terimakasih.

 
 
 

INFORMASI CORONA
BERITA HOAX
PRESTASI TK DAN SD MODEL

ANDA PENGUNJUNG KE
Pengunjung Website TK dan SD Model Kabupaten Sleman
PENCARIAN CEPAT
MARI BELAJAR

AGENDA TERBARU

LINK TERKAIT